Hidupku Seharga dengan Hidup-Nya

Kalo nggak di izinkan Tuhan lahir di Indonesia, mungkin saya nggak akan pernah tau gimana cara menghargai sesuatu hal yang disebut sebagai “Perbedaan”. Dari kecil, saya sekolah di sekolah umum, yang sama artinya mayoritas temen-temen saya sampai detik ini kebanyakan bukan orang yang mengimani “Yesus” sebagai Tuhan dan Juru S’lamat. Ada yang cuma mengimani “Yesus” sebagai seorang Nabi, ada yang cuma mengimani Yesus sebagai tokoh agama, bahkan ada juga yang nggak kenal sama sekali siapa itu Yesus *Really, saya punya beberapa temen Atheis*.

Dan buat saya sih nggak masalah, kalo mereka memang “hanya ingin” kenal Yesus sebatas itu, soalnya saya juga bukan tipe orang yang pengen ngurusin hidup orang lain, lebih-lebih kalo itu soal keyakinan. Namanya keyakinan, Negara aja menjamin kebebasan beragama, masa kita yang ngaku beragama malah memaksakan keyakinan agama kita ke orang lain yang punya keyakinan berbeda hehe 🙂

Cuma kalo mereka nanya tentang keyakinan saya, itu beda urusan. Sebagai orang percaya saya punya kewajiban untuk menceritakan iman saya, entah akhirnya mereka setuju atau nggak. Karena itu pertanggung jawaban saya sama Tuhan.

Nah yang jadi masalah, agama lain di luar ke-kristenan & katholik, nggak pernah kenal istilah yang namanya “Korban Penebus Dosa” jadi keseringan mereka yang nanya ke saya pun malah jadi gagal paham.

Sering saya ditanya gini, Kenapa sih Yesus harus susah payah mati di kayu salib untuk nebus dosa manusia, kalo Dia itu ALLAH Yang Maha Kasih, kan Dia bisa mengampuni dosa manusia begitu aja, ngapain susah-susah mati segala?

Waktu kecil, saya pun sama bingungnya sama mereka haha, maklum dulu saya agak males ke sekolah minggu dan temen-temen main saya pun nggak ada yang seiman sama saya. Tapi ketika udah mulai gede, kenal yang namanya Internet, Kuliah di bidang IT juga, ngumpul sama temen-temen kampus yang juga seiman, akhirnya saya mulai banyak tau tentang doktrin ke-kristenan.

Sampe saya dapet 1 jawaban untuk itu, Iya bener, Tuhan itu Maha Kasih, malahan berlimpah-limpah kasih dan sayangnya hehe… Dia bisa, bisa banget malahan mengampuni dosa manusia tanpa perlu mati di kayu salib, cuma kalo gitu ceritanya, DIA nggak bisa disebut sebagai Tuhan Yang Maha Adil dong? Soalnya Alkitab nulis kalo upah dosa ialah maut. Dan nggak ada yang namanya pengampunan tanpa korban penebusan dosa *mengacu sama perjanjian lama*. So, kalo Tuhan mengampuni dosa manusia begitu aja, sama aja Tuhan nelen ludah sendiri bukan?

Dan cara terunik Tuhan untuk mengampuni kita, ya adalah dengan mengorbankan diri-Nya sendiri sebagai korban penebus dosa kita 🙂 Yaitu dengan merendahkan diri-Nya mengambil rupa seorang hamba (manusia), mati di kalvari untuk menebus dosa manusia, bangkit untuk membenarkan manusia dan naik ke Sorga untuk menyediakan tempat kekal bagi kita yang percaya kepada nama-Nya.

Dan Dia cuma minta kita percaya, nggak lebih, Tuhan nggak pernah nuntut macem-macem 🙂

Dia nggak pernah nyuruh kita mengusahakan keselamatan dan sorga dengan kemampuan kita sendiri.

Dia Tuhan yang bertanggung jawab, malahan saking berharganya kita dimata-Nya, Dia sendiri yang mati menggantikan kita di Kalvari.

Karena Hidup kita seharga dengan Hidup-Nya…

So, dimalam menyambut peringatan Kematian Tuhan Yesus Kristus ini, mari sama-sama kita renungkan pengorbanan dan kasih Tuhan yang nggak terukur itu. Karena Kalvari adalah bukti Cinta dan Kasih terbesar yang Tuhan tunjukkan kepada kita manusia ciptaan-Nya.

Selamat memperingati Jumat Agung, Tuhan Yesus Memberkati, Amen

Leave a reply:

Your email address will not be published.

Site Footer