Udah beberapa minggu ini, gue perhatiin, setiap hari minggu, masjid yang letaknya tepat dibelakang Gereja gue selalu rame dibanjirin jemaah yang rata-rata gue tau bukan warga situ (soalnya rumah gue juga nggak jauh dari situ dan sering lewat juga hehe). Tepatnya sih gue kurang tau juga, mereka ngumpul untuk Ibadah (pengkajian al-quran mungkin) atau untuk apa, dan selama bisa saling menghargai aktivitas ibadah masing-masing sih gue nggak ambil pusing, toh negara kita juga udah menjamin kebebasan beragama dan hak masing-masing kita untuk beribadah sesuai dengan agama kita masing-masing kan hehe…
Pasal 28 E ayat (1) Undang-Undang Dasar 1945 (“UUD 1945”)
“Setiap orang bebas memeluk agama dan beribadat menurut agamanya, memilih pendidikan dan pengajaran, memilih pekerjaan, memilih kewarganegaraan, memilih tempat tinggal di wilayah negara dan meninggalkannya, serta berhak kembali.”
Pasal 29 ayat (2) UUD 1945
“Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu.”
Sumber: http://www.hukumonline.com/klinik/detail/lt510b523eedfba/sanksi-hukum-jika-menghalangi-orang-melaksanakan-ibadah
Dan selama beberapa minggu kita ngelaksanain ibadah berbarengan ya lancar-lancar aja sih, kami (gue sama jemaat di Gereja gue) nggak terganggu dan mereka juga nggak terganggu, soalnya kita cuma sama-sama pake audio dengan suara kecil.
Baru 2 minggu lalu aja tuh jujur gue ngerasa agak terganggu, soalnya mereka pake toa yang biasa dipake untuk adzan, jadi khotbah pendeta gue malah serasa di dubbing sama khotbah ustadz mereka, sampe-sampe gue jadi lebih konsen ngedengerin khotbah ustadz mereka dari pada khotbah pendeta gue #GUBRAK, ya mau nggak denger gimana coba, orang suara toa-nya cetar membahana.
Mungkin mereka pake toa supaya lebih banyak jemaah disekitar situ yang pada dateng kali ya. I don’t know lah, moga aja minggu depan kalo pun mereka masih pake toa bisa dikecilin dikit suaranya biar nggak ganggu ibadah saudara-saudaranya yang non-muslim kaya gue ini, apalagi kayanya pengurus masjid situ juga udah tau ada 2 Gereja di belakang masjid mereka yang sama-sama lagi ibadah.
Kalo Gereja gue kedap suara sih nggak masalah mau audio toa di full-in juga, lha Gereja gue semi indoor gitu, suara kendaraan lewat aja kedengeran apalagi suara toa hehe 🙂
Btw, ngeliat orang Islam ikut manfaatin hari minggu untuk ibadah, gue jadi inget sama kata-kata guru agama islam gue waktu SMA dulu, dulu dia pernah ngomong gini dikelas:
“Coba perhatiin orang-orang Kristen, mereka ke Gereja cuma hari minggu, tapi sama Alkitab khatam banget, kita orang Islam, shalat 5 waktu setiap hari, tapi suruh baca Al-Quran masih pada ogah-ogahan, nggak malu apa?”
Cuma waktu itu gue cuma senyam senyum aja sih dipojokan, wong nggak ditanya hehe, cuma klo waktu itu ditanya kenapa orang Kristen bisa lebih khatam Alkitab, mungkin gue bakal bilang karena kebanyakan (nggak semua) orang Kristen rata-rata nyediain waktu saat teduh setiap hari untuk baca dan ngerenungin Alkitab. Entah itu, pagi hari, siang hari, sore hari, ato bahkan tengah malem, kalo gue sih biasa saat teduh tiap bangun tidur sebelum beraktivitas (nggak tentu sih jam-nya).
Cuma berhubung dikita nggak ada hukumnya itu wajib, sunah or anything kaya di Islam, jadi jarang orang muslim yang tau, paling mereka taunya tiap minggu kita ke Gereja hehe…
Oiya, kalo anda bingung kenapa orang Kristen ibadah ke Gereja di hari minggu dan bukan di Hari Sabat (Sabtu) kaya orang-orang Yahudi. Itu karena Sabat eksklusif untuk bangsa Israel, dan orang Kristen udah nggak terikat dibawah kuk Hukum Taurat. Dan kita, umat Kristiani nggak pernah “menguduskan” hari Minggu seperti orang Yahudi “menguduskan” hari Sabtu, jadi kita beribadah pada hari Minggu itu sebagai “anamnêsis” (peringatan) Paskah (Kebangkitan Tuhan Yesus Kristus).
Terakhir, Have a great day and JESUS Bless You All…. 🙂